
Ia juga mengklaim untuk pengembangan bawang merah ini merupakan yang pertama di kabupaten Bogor.
“Ini modal sendiri disamping itu saya hanya meminta pendampingan kepada ahli bawang yang berasal dari Garut karena sekalipun tanam di bogor kalau tidak ada pendamping atau ahlinya belum tentu berhasil,”katanya.
Selama proses 3 bulan masa tanam dan perawatan, Firman bisa memanen bawang merah di lahan seluas setengah hektare tersebut sebanyak 6 ton serta keuntungan puluhan juta rupiah.
“Tahap awal kisaran proses selama 3 bulan ada keuntungan 45 juta lebih mungkin dari sisa modal dan upah pekerja,”ujarnya.
Melihat hasil panen perdana yang maksimal tersebut, ia berencana akan kembali budidaya bawang merah dengan lahan yang lebih luas.
“InsyaAllah rencana kedepan secara bertahap mungkin akan memperluas budidaya bawang merah ini karena hasilnya lumayan sangat meyakinkan bagi petani terutama kami di pedesaan,”pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















