Budidaya Bawang Merah di Tangan Petani Muda: Peluang Emas dari Lahan Setengah Hektare

Budidaya Bawang Merah di Tangan Petani Muda: Peluang Emas dari Lahan Setengah Hektare

BOGORTODAY.COM Firman Firdaus, petani muda asal Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, sukses meraup keuntungan besar berkat budidaya bawang merah. Sekali panen ia meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Banyak jalan hidup yang tak bisa diduga dan ditebak. Frasa hasil takkan menghianati hasil cocok untuk mendiskripsikan hasil kerja keras sosok seorang bernama Firman Firdaus pemuda yang tinggal di pedesaan.

Berkat keahlian mengolah lahan, Firman Firdaus  menemukan jalan kesuksesannya sendiri. Bermodal bibit bawang merah ia sukses meraup keuntungan puluhan juta dalam sekali panen bawang.

Firman Firdaus mengaku ilmu bercocok tanam yang didapatkannya berkat belajar dari rekan sejawatnya asal Kabupaten Garut Jawa Barat yang menginspirasi untuk bertani bawang merah.

Dengan modal bibit hampir 400 kilogram yakni  jenis bawang balikaret dan brebes, ia langsung menanamnya dilahan seluas setengah hektare dan selama 3 bulan proses ia berhasil meraih panen yang maksimal.

BACA JUGA :  Wasit Piala Dunia 2026 Asal Somalia Gagal Masuk Amerika Serikat, FIFA Tak Bisa Campur Tangan

“Selama tanam 2 bulan dengan modal bibit sebanyak itu, saya bisa panen 6 tonase bawang merah dilahan setengah Hektare,”kata Firman Firdaus.

Firman yang juga aktif di organisasi sebagai sekertaris Perisai SI Kabupaten Bogor ini juga mengatakan kesusksesan pengembangan budidaya bawang merah tak lepas dari bimbingan rekan sejawatnya yang merupakan warga Kabupaten Garut.

Ia juga mengklaim untuk pengembangan bawang merah ini merupakan yang pertama di kabupaten Bogor.

“Ini modal sendiri disamping itu saya hanya meminta pendampingan kepada ahli bawang yang berasal dari Garut karena sekalipun tanam di bogor kalau tidak ada pendamping atau ahlinya belum tentu berhasil,”katanya.

BACA JUGA :  7 Tanda Lingkungan Kerja Toxic yang Sering Tidak Disadari

Selama proses 3 bulan masa tanam dan perawatan, Firman bisa memanen bawang merah di lahan seluas setengah hektare tersebut sebanyak 6 ton serta keuntungan puluhan juta rupiah.

“Tahap awal kisaran proses selama 3 bulan ada keuntungan 45 juta lebih mungkin dari sisa modal dan upah pekerja,”ujarnya.

Melihat hasil panen perdana yang maksimal tersebut, ia berencana akan kembali budidaya bawang merah dengan lahan yang lebih luas.

“InsyaAllah rencana kedepan secara bertahap mungkin akan memperluas budidaya bawang merah ini karena hasilnya lumayan sangat meyakinkan bagi petani terutama kami di pedesaan,”pungkasnya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================