Singapura Dinobatkan Sebagai Kota Wisata Terbersih di Dunia

Singapura Dinobatkan Sebagai Kota Wisata Terbersih di Dunia

BOGORTODAY.COM Singapura kembali menegaskan reputasinya sebagai kota yang bersih dan tertib. Negara kota ini dinobatkan sebagai kota wisata terbersih di dunia oleh Eagle Dumpster Rental, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat yang merilis daftar berdasarkan berbagai indikator kebersihan.

Penghargaan ini dilansir oleh Travel and Leisure, yang mencatat bahwa Singapura unggul dalam hal penegakan hukum kebersihan yang ketat, sistem pengelolaan sampah yang canggih, serta kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Faktor Penilaian

Laporan ini menganalisis sejumlah destinasi wisata global berdasarkan:

  • Kebersihan jalanan
  • Praktik pengelolaan limbah
  • Persepsi kebersihan publik
  • Produksi sampah per kapita

Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, Singapura menempati posisi puncak, diikuti oleh Kopenhagen (Denmark) di peringkat kedua dan Praha (Republik Ceko) di posisi ketiga.

BACA JUGA :  KaBOGORFEST 2026 Jadi Magnet HJB ke-544, Ribuan Warga Padati Stadion Pakansari

Kebijakan Ketat dan Edukasi Publik di Singapura

Singapura memang terkenal dengan aturan kebersihannya yang tegas. Pemerintah menerapkan denda tinggi bagi pelanggar yang membuang sampah sembarangan, mulai dari S$1.000 (sekitar Rp12,7 juta) untuk pelanggaran pertama.

Pelanggar berulang bahkan dapat dikenakan denda hingga S$2.000, serta dijatuhi Perintah Kerja Korektif (Corrective Work Order)—di mana pelanggar diminta membersihkan ruang publik sebagai bagian dari hukuman.

Selain sanksi, edukasi publik juga menjadi bagian integral dari strategi Singapura dalam menjaga kebersihan kota.

Sistem pengumpulan sampah yang efisien dan penggunaan teknologi mutakhir turut mendukung terciptanya ruang publik yang bersih dan nyaman.

Roma, Kota Wisata Terkotor di Dunia

Di sisi lain, laporan yang sama menempatkan Roma, Italia, sebagai kota wisata terkotor di dunia. Meski tetap menjadi magnet wisata karena kekayaan sejarah dan arsitekturnya, sistem pengelolaan limbah di kota ini dinilai buruk.

BACA JUGA :  Soroti Proyek Puskesmas Pondok Rumput, Warga: Anggaran Rp600 Juta, Keselamatan Kerja Nol Besar

Roma menghasilkan sekitar 1.444 pon (lebih dari 650 kg) limbah per penduduk setiap tahun, dan sering kali sampah menumpuk di jalanan karena keterlambatan pengangkutan atau kurangnya kesadaran masyarakat. Hal ini memicu keluhan dari wisatawan dan frustrasi dari warga setempat.

Kebersihan: Faktor Penting dalam Pariwisata

Temuan ini menegaskan bahwa kebersihan adalah aspek penting dalam pengalaman wisata. Singapura telah membuktikan bahwa dengan kebijakan tegas, teknologi, dan kesadaran publik, sebuah kota bisa menjadi tujuan wisata kelas dunia yang bersih dan nyaman.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================