Susi Pudjiastuti Kecewa Melihat Sampah di Pantai Pangandaran: “Laut Sudah Disampahi dan Dirusak”

BOGORTODAY.COM – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyuarakan kekesalannya melalui akun Instagram pribadinya setelah mengunjungi Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

Berencana untuk bersantai dengan keluarga, Susi malah dibuat kecewa dan marah ketika mendapati pantai tersebut penuh dengan sampah yang berserakan.

Dalam unggahannya di Instagram, @susipudjiastuti115, Susi membagikan pengalaman tersebut dengan keterangan yang cukup tajam, “Mau kegiatan weekend di Pantai dengan anak-anak… 1 jam habis untuk bersihkan sampah,” tulisnya.

Unggahan tersebut menampilkan video yang memperlihatkan betapa banyaknya sampah plastik kemasan yang menumpuk di atas pasir pantai, yang seharusnya menjadi tempat rekreasi yang bersih dan nyaman.

Susi pun melanjutkan, “Ini mau berenang hari Sabtu anak-anak libur sekolah, tapi pantai penuh dengan sampah.” Kekesalannya semakin terlihat jelas ketika ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. “Ayolah kita sadar, apa yang kita perbuat, menyampah di rumah, di depan rumah, di jalan, ujungnya ini ke pinggir pantai,” ujarnya dalam video tersebut.

Beragam Sampah yang Ditemukan di Pantai

Susi mengungkapkan bahwa sampah yang ditemukan di Pantai Pangandaran bukan hanya berasal dari pengunjung pantai, tetapi juga sampah rumah tangga yang terbawa ombak. Menurutnya, sampah yang berserakan di pantai sangat beragam, mulai dari pampers (popok sekali pakai) hingga sedotan plastik.

BACA JUGA :  Bangunan Cagar Budaya Denkesyah Bogor Mulai Direstorasi Pasca-Kebakaran, Pemkot Kucurkan Rp3,7 Miliar

“Yang ke pantai juga, makanan dan minuman kalian, sampah itu kalian bawa masukkan ke tempat sampah. Dari pampers, mi instans, mineral water, sedotan, banyak sekali. Gilaaa…,” ujar Susi dengan nada kesal.

Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan pantai dan laut, yang bukan hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga habitat berbagai spesies laut yang perlu dilindungi.

Menemukan Alat Pengambil Bibit Lobster yang Terdampar

Tidak hanya kesal dengan penumpukan sampah, Susi juga mengungkapkan rasa kecewa ketika menemukan alat yang digunakan untuk mengambil bibit lobster terdampar di pantai. Ia sangat menyesalkan tindakan yang merusak keindahan alam tersebut.

“Laut sudah disampahi, dikotorin, dirusak, diambil bibit-bibit lobster dengan alat seperti ini. Manusia itu kenapa merusak?” tulisnya dalam unggahannya.

Susi berharap agar kejadian ini menjadi refleksi bagi kita semua, dan berharap agar lebih banyak lagi masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

BACA JUGA :  Mobil PHEV China Mulai Masuk Indonesia, Toyota Nilai Persaingan Elektrifikasi Kian Menarik

Ia pun berharap agar ombak yang besar dapat membawa sampah dan alat-alat perusak tersebut kembali kepada kita, agar kita lebih sadar akan kerusakan yang telah dilakukan.

Pesan untuk Masyarakat

Melalui unggahan tersebut, Susi mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama tempat-tempat wisata alam seperti pantai.

Sampah yang berserakan dan tindakan perusakan alam merupakan masalah besar yang harus segera ditangani. Jika kita tidak menjaga kebersihan dan kelestarian alam, maka keindahan pantai dan laut yang kita nikmati sekarang bisa hilang begitu saja.

Mari bersama-sama menjadi bagian dari solusi untuk menjaga kebersihan pantai dan laut kita, agar generasi mendatang juga bisa menikmati keindahan alam yang sama.

Susi Pudjiastuti, yang dikenal sebagai seorang pegiat kelautan dan perikanan, kembali mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga laut dan pantai kita dari sampah dan kerusakan.

Keprihatinannya terhadap kebersihan lingkungan ini seharusnya menjadi pemicu bagi kita semua untuk lebih bijak dalam berperilaku dan menjaga alam dengan sebaik-baiknya.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================