Nilai Tukar Rupiah Terkoreksi, Diperdagangkan di Rp16.839 per Dolar AS pada Senin Pagi

BOGORTODAY.COM – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.839 per dolar AS, mengalami penurunan sebesar 10 poin atau setara dengan -0,06 persen pada Senin (28/4) pagi.

Meski terkoreksi, mata uang Garuda tetap berusaha mempertahankan posisinya di tengah fluktuasi pasar global.

Pergerakan Mata Uang Asia Bervariasi

Di pasar Asia, pergerakan mata uang juga terlihat bervariasi. Baht Thailand tercatat melemah sebesar 0,2 persen, sementara yen Jepang mengalami sedikit penguatan dengan kenaikan 0,06 persen. Di sisi lain, ringgit Malaysia mengalami penurunan sebesar 0,05 persen.

Mata Uang Negara Maju Juga Beragam

Mata uang utama negara maju juga dibuka dengan pergerakan yang bervariasi. Poundsterling Inggris menguat 0,14 persen, sedangkan franc Swiss naik 0,2 persen. Sementara itu, dolar Kanada mencatatkan penurunan sebesar 0,09 persen.

BACA JUGA :  DPRD Kota Bogor Berduka, Anggota Dewan Senior Muaz HD Tutup Usia

Faktor Penggerak Pergerakan Rupiah

Menurut pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra, rupiah masih menghadapi tekanan dari dolar AS, yang dipengaruhi oleh ketidakpastian negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Meskipun ada indikasi bahwa AS mulai menunjukkan sikap yang lebih lunak dalam negosiasi tarif, pasar keuangan masih khawatir mengenai hasil kesepakatan antara kedua negara tersebut.

“Pasar masih menunggu perkembangan negosiasi tarif AS yang sampai sekarang belum menunjukkan hasil yang signifikan, meskipun AS mulai menunjukkan sikap yang lebih lunak,” ujar Ariston.

BACA JUGA :  Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, Ini Jadwal Upacara Pembukaannya di Tiga Negara Tuan Rumah

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Ariston memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini akan berada dalam rentang Rp16.800-Rp16.880 per dolar AS, tergantung pada perkembangan pasar global dan situasi ekonomi domestik yang terus berfluktuasi.

Secara keseluruhan, meski rupiah mengalami pelemahan pada pagi ini, pasar masih mengantisipasi kemungkinan pergerakan yang lebih stabil dalam beberapa hari mendatang, tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah dan bank sentral.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================