
BOGORTODAY.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat sebanyak 364 kejadian bencana, baik alam maupun non-alam, terjadi di wilayah Kota Bogor sejak 1 Januari hingga 29 April 2025. Dari jumlah tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatulah, dalam laporan resmi yang dirilis Rabu (30/4/) pukul 07.15 WIB, menyampaikan bahwa jenis bencana yang paling sering terjadi adalah tanah longsor dengan 118 kasus. Disusul pohon tumbang sebanyak 85 kejadian dan bangunan roboh sebanyak 73 kejadian.
“Total kejadian ini sudah melalui proses assessment dan penanganan oleh tim personel piket TRC-PB BPBD Kota Bogor,” jelas Hidayatulah.
Bencana tersebut tersebar di enam kecamatan, dengan wilayah paling terdampak adalah Kecamatan Bogor Selatan yang mencatat 137 kejadian. Selanjutnya, Kecamatan Bogor Barat mengalami 70 kejadian, dan Tanah Sareal sebanyak 56 kejadian.
Dampak dari bencana tersebut memengaruhi 470 kepala keluarga atau sekitar 1.545 jiwa, yang terdiri dari 780 laki-laki dan 765 perempuan. Dari jumlah tersebut, 11 orang mengalami luka ringan, 6 orang luka berat, dan dua pria meninggal dunia.
Tak hanya korban jiwa, bencana juga merusak sejumlah infrastruktur. BPBD mencatat ada 7 fasilitas pendidikan, 3 tempat ibadah, 4 unit perkantoran, dan 16 fasilitas umum yang terdampak. Sementara itu, sebanyak 116 rumah mengalami kerusakan ringan, 61 rumah rusak sedang, 43 rusak berat, dan 26 rumah terendam banjir.
“Total pengungsi yang tercatat selama periode tersebut mencapai 190 jiwa,” tambah Hidayatulah.
Menanggapi situasi ini, BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim penghujan yang masih melanda sejumlah wilayah di kota tersebut.
Sumber : BPBD Kota Bogor
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















