BOGORTODAY.COM – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah tercatat melemah pada perdagangan pagi ini. Mengacu pada data Bloomberg, Rabu (30/4/2025), dolar AS dibuka pada level Rp 16.718, turun sekitar 43 poin atau 0,26% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pada awal perdagangan, dolar AS sempat bergerak di kisaran Rp 16.714, dengan posisi tertinggi di Rp 16.718 dan terendah Rp 16.710.
Sementara itu, data dari Reuters juga menunjukkan tren yang sama, di mana dolar AS turun sebesar 28,4 poin atau 0,17% ke level Rp 16.731.
Pelemahan dolar AS terhadap rupiah pagi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal, termasuk ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang diprediksi tetap bertahan, serta melambatnya data ekonomi AS.
Di sisi lain, rupiah mendapatkan sentimen positif dari stabilnya indikator makroekonomi dalam negeri dan intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing. Investor juga tengah menanti hasil rilis data inflasi nasional dan pengumuman suku bunga acuan bulan Mei mendatang.
Meski mengalami penguatan, rupiah masih dinilai berada dalam tekanan seiring tingginya ketidakpastian global dan gejolak geopolitik di beberapa kawasan. Para analis memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.680 – Rp 16.750 dalam jangka pendek.
Penguatan lanjutan diprediksi akan terbatas, mengingat dolar AS masih menjadi aset safe haven utama di tengah ketidakpastian global.
Penguatan rupiah terhadap dolar AS menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional, namun pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap perkembangan global yang masih penuh ketidakpastian.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















