
Ia juga menggarisbawahi pentingnya melihat kembali formula penghitungan upah minimum agar benar-benar mencerminkan kebutuhan hidup layak di kota seperti Bogor. Selain itu, pendidikan kejuruan harus disinergikan dengan kebutuhan dunia kerja untuk mengurangi jumlah pencari kerja dari lulusan SMK dan SMA yang mendominasi statistik pengangguran.
Dalam penutupnya, Ketua DPRD Kota Bogor mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Hari Buruh sebagai titik tolak penguatan komitmen terhadap keadilan sosial. “Buruh adalah mitra sejajar dalam pembangunan. Jika kebijakan tidak berpihak kepada mereka, maka pembangunan kehilangan arah moralnya.”
“Selamat Hari Buruh. Dari Kota Bogor, mari kita tegakkan keberpihakan untuk buruh demi masa depan yang lebih adil dan bermartabat,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















