
“Dari situ muncul pendisiplinan, muncul kesadaran, muncul ketaatan kepada hukum dan aturan,” ujarnya.
Dedie juga menanggapi usulan untuk mengirim siswa nakal ke barak militer. Menurutnya, hal tersebut tidak efektif jika jumlah siswa bermasalah terlalu banyak.
“Jadi kalau setiap anak dikirim ke barak, nanti barak penuh juga, banyak soalnya anak-anak nakal,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan program pendidikan karakter berbasis militer bagi siswa yang dinilai sulit dibina.
Program ini telah diterapkan di Purwakarta dan Bandung, dengan total 69 siswa tingkat SMP dan SMA yang mengikuti pelatihan di barak militer selama enam bulan.
Selama masa pelatihan, para siswa tidak mengikuti kegiatan sekolah formal. Mereka dibina secara langsung oleh anggota TNI dan Polri untuk membentuk kedisiplinan dan karakter. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















