Wali Kota Dedie Tolak Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer

Wali Kota Bogor Tolak Kirim Siswa Nakal ke Barak Militer
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim

BOGORTODAY.COMWali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengusulkan sanksi baru bagi sekolah-sekolah yang siswanya terlibat dalam aksi tawuran. Ia menyatakan, sekolah yang terbukti memiliki rekam jejak kekerasan antar pelajar sebaiknya tidak diikutsertakan dalam proses penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi.

“Jadi punishment-nya begini, tidak diikutsertakan dalam, misalnya, penyelenggaraan dalam penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi negeri maupun swasta,” ujar Dedie, Jumat (3/5/2025).

Dedie menilai, kebijakan ini dapat mendorong solidaritas di antara siswa untuk saling mengingatkan dan menegur rekannya yang berperilaku menyimpang.

“Kalau ada anak nakal di satu sekolah yang kemudian merugikan siswa yang lain, yang lain akan memberikan penghukuman juga, pendisiplinan,” katanya.

BACA JUGA :  Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Resmi Kuasai Mayoritas Saham VISI, Investasi Capai Rp178 Miliar

Ia juga menekankan pentingnya proses pendisiplinan yang bertahap, dimulai dari pelanggaran kecil seperti berkendara tanpa helm atau menggunakan knalpot brong.

“Pendisiplinan yang bertahap, contohnya bagaimana misalnya anak-anak yang biasa naik motor nggak pakai helm atau belum punya SIM, naik motor dengan knalpot brong,” jelasnya.

Menurutnya, jika pendisiplinan dilakukan secara konsisten, akan muncul kesadaran hukum di kalangan siswa.

“Dari situ muncul pendisiplinan, muncul kesadaran, muncul ketaatan kepada hukum dan aturan,” ujarnya.

Dedie juga menanggapi usulan untuk mengirim siswa nakal ke barak militer. Menurutnya, hal tersebut tidak efektif jika jumlah siswa bermasalah terlalu banyak.

BACA JUGA :  IATA Soroti Kebiasaan Penumpang Membawa Barang Saat Evakuasi Darurat Pesawat

“Jadi kalau setiap anak dikirim ke barak, nanti barak penuh juga, banyak soalnya anak-anak nakal,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan program pendidikan karakter berbasis militer bagi siswa yang dinilai sulit dibina.

Program ini telah diterapkan di Purwakarta dan Bandung, dengan total 69 siswa tingkat SMP dan SMA yang mengikuti pelatihan di barak militer selama enam bulan.

Selama masa pelatihan, para siswa tidak mengikuti kegiatan sekolah formal. Mereka dibina secara langsung oleh anggota TNI dan Polri untuk membentuk kedisiplinan dan karakter. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================