
Dedie menyebut konsep ini mengadopsi sistem yang telah diterapkan di kawasan Sudirman-Thamrin, Jakarta, dengan mengutamakan keselamatan pejalan kaki.
“Konsep ini menyesuaikan dengan standar di kota-kota modern dunia. Kami berupaya mewujudkan penyeberangan yang aman dan ramah bagi warga,” ujar Dedie.
Dedie menambahkan, tahap awal penggantian dimulai dengan penataan JPO, termasuk pemangkasan atap guna mencegah kesan kumuh dan penggunaan area oleh pedagang kaki lima. Ia menyebut bahwa kondisi JPO saat ini sudah tidak memadai, baik dari sisi teknis maupun keamanan.
“JPO Paledang sejak awal memiliki tantangan, baik dari sisi teknis konstruksi seperti elevasi tangga yang curam, maupun dari sisi sosial seperti kerawanan keamanan,” ungkapnya.
Pemkot Bogor memastikan bahwa seluruh proses penggantian JPO akan dikawal secara ketat dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















