
Proses pelatihan ini ditargetkan selesai pada akhir Juli 2025, sehingga pelaksanaan program MBG secara lebih luas dapat dimulai pada Agustus 2025.
Sementara dari aspek infrastruktur, jumlah fasilitas SPPG yang ada saat ini dinilai masih belum mencukupi untuk memenuhi target skala nasional. Karena itu, Dadan menekankan pentingnya sinergi dan kemitraan dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat.
“Artinya, kita harus bermitra seluas-luasnya dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Dadan juga menyoroti pentingnya pengawasan kualitas dan kelengkapan infrastruktur yang disediakan oleh mitra. BGN saat ini sedang menyusun dan mempertajam standar operasional prosedur (SOP) dalam seleksi serta supervisi mitra.
“Kami berkumpul sekarang ini untuk mempertajam SOP-SOP terkait penyeleksian mitra dan juga supervisi infrastruktur yang akan disiapkan,” tegasnya.
Dengan penguatan tiga aspek utama tersebut, pemerintah menargetkan program makan bergizi gratis dapat berjalan lebih masif, terstruktur, dan tepat sasaran, demi mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















