
Heru menambahkan, akar permasalahan perilaku siswa yang menyimpang justru berada pada pola pendidikan di sekolah. Ia menilai banyak guru belum mampu memberikan pembelajaran yang menarik bagi siswa.
“Anak suka melanggar di sekolah biasanya sekolahnya gak bener gurunya, kurang menarik cara mengajarnya. Maka mereka bolos, pacaran, dan suka tawuran serta hal negatif lainnya,” kata Heru.
Ia menegaskan bahwa bila metode pengajaran menarik dan sekolah memberi dampak positif, siswa akan lebih fokus pada masa depan mereka.
“Sekolah maju boro-boro mikir tawuran. Tugasnya seabrek dan mikirnya sudah mau kuliah atau kerja di mana,” tutupnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















