Usai Selesai Pendidikan di Barak Militer, Gubernur Jabar Berencana Buka Sekolah Khusus Siswa Bermasalah di Jawa Barat 

Pasalnya, menurut dia, banyak hal negatif yang dapat memengaruhi perilaku siswa maupun anak mulai dari ajakan tawuran, tutorial cara berkelahi hingga jual beli senjata tajam

Misalnya saja, ajakan kepada para siswa untuk mengikuti tawuran yang dilakukan oleh para senior. Bahkan bila siswa menolak, mereka akan dicap “cupu” di lingkungan pergaulannya.

“Kemudian berikutnya adalah pengendalian media sosial. Guru-guru harus sering buka akun anak-anak kita. Itu kelihatan apa fotonya yang terjadi, pasti yang berkelahi bawa celurit,” katanya.

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

Dia menilai, para siswa bermasalah ini memanfaatkan celah hukum untuk melegalkan perbuatan negatifnya. Mereka yakin tidak sampai akan dipenjara lantaran masih di bawah umur.

“Dibawa kepolisian mau disimpen dimana? Mereka tidak bisa masuk sel karena di bawah umur. Kalau pelakunya ada 100 orang tidak bisa ketampung,” tutur Dedi.

“Kalau ditangkap polisi paling digunduli, jalan jongkok paling balik lagi. Ini kan harus segera diselesaikan. Makanya saya berpikir menyelesaikan ini dengan baik,” tambahnya.

BACA JUGA :  Bolehkah Kulit Hewan Kurban Dijual? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

Dedi juga meluruskan, bahwa Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) bukan hanya diperuntukkan bagi pendidikan calon TNI saja, tetapi warga sipil pun ada yang dilatih di tempat tersebut.

“Rindam bukan barak militer, tapi pusat pelatihan biasa yang diikuti oleh tentara, ASN (Aparat Sipil Negara) dan karyawan perusahaan,” pungkasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================