
Dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa Apple juga akan mengalihkan sebagian produksi iPhone 18 ke India.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap China, terutama di tengah perang dagang yang kembali memanas di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump.
Apple telah lama menjadi target dalam konflik dagang AS-China. Produk-produknya terancam terkena tarif impor tinggi karena sebagian besar proses perakitan iPhone masih dilakukan di China.
Meski sempat mendapat pengecualian tarif untuk ponsel pintar, Apple tetap dikenai bea masuk tambahan sebesar 20 persen untuk produk dari China.
Apple pun menargetkan untuk memproduksi lebih dari 60 juta unit iPhone per tahun di India pada akhir 2026, lebih dari dua kali lipat kapasitas saat ini.
Perusahaan pemasok utama seperti Foxconn dan Tata sudah mulai menggenjot pengiriman ke pasar AS, dengan nilai ekspor iPhone dari India mencapai hampir US$2 miliar pada Maret 2025.
Implikasi Global
Langkah Apple membagi peluncuran dan memindahkan produksi bisa berdampak besar pada:
- Konsumen: Mereka harus menunggu lebih lama untuk varian iPhone yang lebih murah.
- Pasar saham: Perubahan strategi bisa memengaruhi sentimen investor.
- Industri teknologi: Keputusan Apple bisa menjadi sinyal kuat bagi perusahaan teknologi lain untuk merelokasi produksi dari China.
Dengan strategi peluncuran bertahap dan inovasi seperti iPhone lipat, Apple tampaknya ingin memperluas cakupan produknya sambil menavigasi kompleksitas geopolitik global.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















