
Waspadai Risiko Lain
Lebih lanjut, Luhut mengingatkan bahwa perlambatan ekonomi tidak hanya disebabkan oleh belanja negara yang minim. Ada beberapa faktor lain yang juga perlu diwaspadai:
- Konsumsi rumah tangga yang tumbuh lebih lambat
- Investasi swasta yang belum pulih optimal
- Tekanan ekspor akibat kondisi ekonomi global
- Ketimpangan pertumbuhan antarwilayah
“Ini semua mengingatkan kita, pemerataan dan percepatan harus dijalankan secara simultan,” katanya.
Arah Presiden Prabowo: Sederhanakan Regulasi dan Lindungi Rakyat Kecil
Sebagai Ketua DEN, Luhut juga mengungkapkan bahwa Presiden terpilih Prabowo Subianto telah memberi arahan yang jelas dalam menanggapi perlambatan ekonomi nasional. Fokus utama pemerintah ke depan mencakup:
- Penyederhanaan regulasi
- Penguatan kemitraan dagang
- Penjagaan keseimbangan ekonomi global
- Perlindungan terhadap rakyat kecil
“Ekonomi ini harus bergerak bersama, dari desa hingga pusat, dari bawah ke atas. Saya percaya bila kita bekerja secara kompak dan terintegrasi, kita bukan hanya mampu melewati masa sulit ini, tetapi juga mempercepat langkah mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kita cita-citakan bersama,” pungkasnya.
Perlambatan pertumbuhan ekonomi pada awal 2025 ini menjadi perhatian banyak pihak. Dibanding kuartal I 2024 yang tumbuh di atas 5 persen, capaian kali ini menandai penurunan yang cukup signifikan.
Pemerintah diharapkan bisa segera mengambil langkah strategis untuk menggerakkan kembali konsumsi dan investasi nasional.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















