
Menurut Rudi, sebagian siswa sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas, RS Islam Kedung Badak, dan RS Salak Bogor karena mengalami diare dan lemas. Ia menegaskan tidak ada guru atau staf sekolah yang menjadi korban.
“Tindakan medis telah dilakukan oleh Puskesmas dan Dinkes, dan beberapa siswa telah dirawat di rumah sakit. Menu MBG pada saat kejadian adalah telur, tahu, sayur toge, pisang, dan tidak ada susu,” jelasnya.
Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada makanan yang dikonsumsi, namun hasil investigasi resmi dari pihak terkait belum diumumkan. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















