Longsor Akibat Hujan Deras Luluhlantakkan Rumah di Ciamis, 8 Warga Mengungsi

BOGORTODAY.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Kamis (8/5/2025) sore memicu bencana longsor dan pergerakan tanah.

Akibatnya, sebuah rumah yang dihuni tiga keluarga di Dusun Karangkamulyan, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing ambruk setelah tertimbun material longsoran dari bukit di belakangnya.

Rumah tersebut diketahui milik seorang warga bernama Tati. Seluruh struktur bangunan rusak berat dan nyaris rata dengan tanah.

isa bangunan yang masih berdiri pun kini dalam kondisi membahayakan dan dinyatakan tidak layak huni. Seluruh barang milik penghuni rumah turut tertimbun material longsoran.

“Rumah ambruk milik Ibu Tati. Longsor juga mengancam rumah milik Pak Sendi. Sebanyak delapan jiwa dari tiga keluarga kini mengungsi ke tempat kerabat,” ujar Kepala Desa Karangkamulyan, Uus Uswandi, saat ditemui di lokasi kejadian pada Jumat (9/5).

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

Berhasil Selamat, Namun Harus Kehilangan Tempat Tinggal

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Menurut Uus, kejadian terjadi menjelang waktu magrib ketika hujan turun dengan sangat deras.

Saat rumah mulai ambruk, penghuni yang berada di dalam berhasil menyelamatkan diri, sementara sebagian anggota keluarga lainnya telah berada di luar rumah.

“Penghuni rumah sudah sempat berada di luar ketika tanah mulai bergerak. Saat kejadian, pemilik rumah masih di dalam namun berhasil keluar tepat waktu,” tambahnya.

Evakuasi dan Bantuan Mulai Disalurkan

Pemerintah Desa Karangkamulyan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, dan langsung melaporkan kejadian tersebut.

Tim BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan logistik kebencanaan kepada warga terdampak.

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

“Kami sudah mendatangi lokasi dan memberikan bantuan logistik. Satu rumah ambruk, delapan jiwa harus mengungsi sementara. Lokasi juga masih rawan karena terjadi pergerakan tanah,” ujar petugas BPBD dalam keterangannya.

Pembersihan puing-puing baru bisa dilakukan keesokan harinya secara gotong-royong oleh warga dan pemerintah desa, karena malam hari lokasi masih dalam kondisi berbahaya dan gelap akibat hujan deras yang terus mengguyur.

Saat ini, lokasi rumah yang ambruk telah dipasangi garis polisi sebagai penanda bahaya dan untuk mencegah warga mendekat karena potensi longsor susulan masih ada.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================