
Skandal itu memicu kemarahan publik dan otoritas sepakbola. PSSI saat itu menjatuhkan hukuman berat, termasuk larangan bermain seumur hidup bagi beberapa pemain.
Namun, sebagian sanksi tersebut kemudian dianulir, termasuk kepada pelatih PSIS saat itu, Herry Kiswanto, yang kembali aktif melatih pada 2017.
Kini, 11 tahun berselang, PSIS dan PSS bertemu dalam situasi yang jauh berbeda. Tak ada lagi tempat untuk skenario seperti masa lalu. Taruhannya jelas: bertahan di Liga 1 atau turun kasta ke Liga 2.
Tekanan besar ada di pundak para pemain dan pelatih, namun pertandingan ini juga menjadi ajang penebusan bagi dua klub besar dengan sejarah panjang di sepakbola nasional.
Siapa yang bisa tampil lebih tangguh di laga hidup-mati ini? Jawabannya akan terungkap sore nanti di Jatidiri.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















