
Berdasarkan penyelidikan awal, pengemudi truk berusia 28 tahun itu awalnya melihat induk gajah di bahu jalan sebelah kanan. Ia melanjutkan perjalanan karena merasa situasi aman.
“Namun beberapa saat kemudian, anak gajah muncul dari sisi kiri hutan dan menyeberang jalan. Karena jarak sangat dekat, pengemudi tidak sempat mengerem, sehingga tabrakan pun terjadi. Bayi gajah mati di tempat,” ujar Zulkifli.
Usai kecelakaan, induk gajah menjadi agresif dan merusak bagian depan truk akibat emosi dan kesedihan. Beruntung, pengemudi truk selamat dan tidak mengalami luka.
Duka Netizen dan Isu yang Lebih Besar
Video kejadian itu memicu simpati luas di media sosial. Warganet mencurahkan kesedihan mereka, terutama karena insiden tersebut terjadi bertepatan dengan Hari Ibu.
“Duka mendalam seorang ibu. Induk gajah itu tampak menunggu anaknya yang tidak pernah bangun,” tulis seorang netizen.
“Tragis. Induk gajah itu pasti sangat berharap anaknya masih hidup,” ujar netizen lainnya.
Tragedi ini juga membuka kembali diskusi mengenai konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya gajah, yang kian meningkat akibat penyusutan habitat.
Jalan Raya Timur-Barat di Perak kerap menjadi lokasi konflik gajah-manusia. Pada Januari lalu, sebuah keluarga diserang kawanan gajah di jalan ini, dan pada April 2024, bayi gajah lainnya juga tewas tertabrak kendaraan.
Untuk mengatasi konflik tersebut, Pemerintah Malaysia tengah membangun Suaka Gajah Perak, yang ditargetkan selesai pada 2029.
Suaka ini diharapkan bisa menampung gajah dan satwa liar lainnya yang hidup di dekat kawasan rawan konflik.
Sebagai langkah pencegahan, Departemen Perlindungan Satwa Liar menyarankan agar pengendara menggunakan Jalan Raya Timur-Barat antara pukul 11.00 hingga 16.00 — waktu ketika gajah jarang terlihat menyeberang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















