
Menghadapi kondisi darurat tersebut, warga secara swadaya melakukan kerja bakti untuk membangun jembatan darurat dari bambu sebagai alternatif penyeberangan.
Meskipun bersifat sementara dan sederhana, jembatan ini cukup membantu kelancaran aktivitas sehari-hari.
“Ini kerja bakti, jadi warga membuat akses jalan hingga membangun jembatan alakadarnya dari bambu,” kata Sutomo, ketua RT setempat.
Warga kini berharap Pemerintah Kabupaten Pasuruan segera turun tangan dan mengambil langkah cepat untuk membangun kembali jembatan permanen yang menjadi satu-satunya akses penghubung antardesa tersebut.
“Ini bukan sekadar soal infrastruktur, tapi tentang akses kehidupan warga. Kami sangat butuh perhatian dan bantuan secepatnya,” tegas Ashari.
Hingga kini, pemerintah daerah masih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penanganan jembatan ambruk tersebut.
Warga berharap perbaikan segera dilakukan sebelum kondisi semakin parah dan menimbulkan risiko keselamatan yang lebih besar.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















