
Meski publik meyakini gajah tersebut adalah sang induk, pihak berwenang belum dapat mengonfirmasi hal tersebut.
Direktur Perlindungan Satwa Liar dan Taman Nasional Perak, Yusoff Shariff, menjelaskan bahwa secara etologis, gajah betina tidak biasa berjalan sendiri.
“Biasanya, gajah betina selalu bersama kawanannya. Gajah yang terlihat sendirian justru umumnya adalah gajah jantan,” ujar Yusoff.
Menurutnya, induk gajah yang kehilangan anaknya kemungkinan telah kembali ke hutan untuk bergabung kembali dengan kelompoknya.
Namun demikian, ia tidak menutup kemungkinan bahwa sang induk bisa kembali ke lokasi kejadian dalam waktu satu atau dua bulan ke depan.
Tragedi yang Mengingatkan Kita Akan Dampak Jalan Raya Terhadap Satwa Liar
Tragedi ini menjadi pengingat keras akan konflik antara pembangunan infrastruktur dan habitat satwa liar.
Jalan Raya Gerik-Jeli dikenal sebagai jalur yang kerap dilintasi kawanan gajah di kawasan hutan semenanjung Malaysia.
Para aktivis lingkungan kembali menyerukan perlunya sistem peringatan atau jembatan satwa untuk mencegah insiden serupa di masa depan.
Kisah ini tak hanya menyentuh hati, tapi juga membuka mata kita tentang pentingnya perlindungan habitat satwa. Naluri seekor ibu—meski ia seekor gajah—ternyata tak berbeda jauh dari manusia.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















