
Kepala Desa Limbur Merangin, Sargawi, menjelaskan bahwa saat insiden tersebut terjadi, jembatan tengah dalam tahap perbaikan menggunakan dana desa. Namun, para pekerja yang seharusnya melanjutkan perbaikan belum tiba di lokasi.
“Rusak dari satu bulan yang lalu karena terlalu banyak yang lewat. Dibangun dari 2006. Sedikit demi sedikit mana yang rusak kami perbaiki,” kata Sargawi.
Kondisi ini menjadi sorotan publik dan media, memunculkan desakan agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki akses vital tersebut.
Jembatan gantung ini tak hanya penting bagi aktivitas pendidikan, tapi juga merupakan jalur ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
Banyak pihak berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah konkret, sehingga tidak ada lagi warga yang harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk menjalani rutinitas penting seperti mengajar, belajar, atau berdagang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















