Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Kolom Abu Capai 5.500 Meter: Warga Diminta Waspada

BOGORTODAY.COM Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan meletus pada pukul 13.47 WITA.

Letusan tersebut ditandai dengan semburan abu vulkanik setinggi 5.500 meter dari puncak gunung.

Kolom letusan tampak berwarna kelabu pekat dan menyebar ke berbagai arah di sekitar lereng gunung.

Selain itu, erupsi juga disertai suara gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang yang terdengar dari pos pemantauan terdekat.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef Mboro, menyampaikan bahwa aktivitas vulkanik saat ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

“Material abu dilaporkan keluar secara menerus melalui hembusan, menandakan aktivitas vulkanik yang belum stabil,” ujarnya.

BACA JUGA :  Peabo Bryson, Suara Legendaris di Balik Lagu Disney, Tutup Usia pada 75 Tahun

Meski tidak terdeteksi peningkatan signifikan pada jenis gempa vulkanik dalam, permukaan, maupun tektonik lokal, beberapa gempa dengan amplitudo besar terekam dan diyakini menjadi pemicu meningkatnya tinggi kolom erupsi.

Berdasarkan hasil analisis visual dan instrumental, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, status gunung tetap berada pada Level III (Siaga).

Herman mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi.

“Kami minta masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya,” tambahnya.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

Ia juga memperingatkan potensi terjadinya banjir lahar, terutama jika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Petugas terus memantau perkembangan situasi secara intensif dan akan memberikan informasi terbaru apabila terjadi perubahan signifikan dalam aktivitas gunung.

Masyarakat di sekitar lokasi diminta untuk selalu siaga dan memantau informasi resmi dari Badan Geologi maupun BPBD setempat.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================