
Meskipun tidak mengganggu penglihatan, arcus senilis bisa menjadi indikator awal kolesterol tinggi, terutama bila muncul pada usia muda atau bila Anda memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi.
- Oklusi Vena Retina
Kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan penyumbatan pada vena retina, yang disebut dengan oklusi vena retina.
Retina adalah jaringan sensitif cahaya di bagian belakang mata, dan penyumbatan vena ini dapat menyebabkan darah dan cairan merembes ke retina.
Kondisi ini dapat menyebabkan:
- Penglihatan kabur atau mendadak menurun pada satu mata
- Munculnya bintik gelap atau “bayangan”
- Nyeri pada mata
- Perubahan penglihatan yang hanya terjadi pada satu sisi mata
Oklusi vena retina dapat mengganggu makula, area penting di retina untuk penglihatan sentral. Dalam beberapa kasus, penglihatan bisa membaik dalam waktu sekitar satu tahun, namun jarang kembali normal sepenuhnya.
Waspada dan Lakukan Pemeriksaan Rutin
Mendeteksi tanda-tanda kolesterol tinggi dari mata memang bisa membantu, namun cara terbaik tetaplah dengan melakukan pemeriksaan darah secara rutin. Terutama jika Anda memiliki faktor risiko seperti:
- Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi
- Pola makan tinggi lemak jenuh
- Kurang olahraga
- Merokok
- Tekanan darah tinggi atau diabetes
Jika Anda melihat gejala seperti xantelasma, arcus senilis, atau perubahan penglihatan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mata dan melakukan pemeriksaan kolesterol.
Mata bisa menjadi jendela bagi kondisi kesehatan Anda, termasuk kadar kolesterol. Waspadai gejala-gejala yang muncul di sekitar mata sebagai petunjuk awal kolesterol tinggi.
Dengan mengenali tanda-tanda ini lebih dini, Anda bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















