
BOGORTODAY.COM — Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kecaman keras terhadap keputusan Israel yang semakin meningkatkan dan memperluas serangan militernya di wilayah Jalur Gaza, baik di bagian utara maupun selatan.
Riyadh menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan memperburuk krisis kemanusiaan yang telah melanda wilayah tersebut selama berbulan-bulan.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, seperti dikutip dari Reuters dan Al Arabiya, kerajaan menyampaikan kutukan “dengan istilah paling keras” terhadap eskalasi militer Israel serta perluasan operasinya yang telah menduduki sebagian besar wilayah Gaza.
“Hal ini bertentangan dengan keinginan masyarakat internasional, hukum hak asasi manusia, dan konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta menghambat tercapainya perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut,” tegas Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataan yang dimuat oleh Saudi Press Agency (SPA).
Serangan yang Semakin Meluas
Kecaman ini muncul setelah militer Israel pada Minggu (18/5) mengumumkan telah memulai operasi darat besar-besaran di wilayah utara dan selatan Jalur Gaza.
Operasi ini disebut sebagai lanjutan dari strategi militer Israel untuk “menghancurkan infrastruktur militan” di Gaza, namun berimbas pada kehancuran besar dan korban sipil yang terus bertambah.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 53.000 orang dilaporkan telah tewas akibat serangan yang berlangsung sejak konflik meningkat akhir tahun lalu. Sementara itu, hampir seluruh dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi, menghadapi kekurangan makanan, air bersih, dan akses layanan medis.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















