
Aplikasi Ojol Dimatikan Massal
Aksi protes hari ini juga ditandai dengan pemadaman aplikasi secara massal oleh para pengemudi online. Selama satu hari penuh, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, layanan pemesanan penumpang, makanan, dan pengiriman barang melalui aplikasi ditangguhkan oleh para pengemudi.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk puncak kekecewaan para pengemudi terhadap sikap pemerintah yang dianggap abai terhadap pelanggaran regulasi yang sudah terjadi sejak tahun 2022.
“Ini adalah momen penagihan komitmen pemerintah sebagai regulator untuk menindak tegas aplikator yang melanggar aturan. Sudah terlalu lama kami menunggu kejelasan,” ujar Igun dalam keterangannya, Senin (19/5).
Tuntutan Aksi Massa Ojol
Adapun sejumlah tuntutan yang dibawa massa ojol dalam aksi ini adalah sebagai berikut:
- Presiden RI dan Menteri Perhubungan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan aplikasi yang melanggar regulasi Permenhub PM No.12 Tahun 2019 dan Kepmenhub KP No.1001 Tahun 2022.
- Komisi V DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan dengan Kemenhub, asosiasi pengemudi, dan aplikator.
- Penetapan potongan maksimal aplikasi sebesar 10%.
- Revisi tarif penumpang, termasuk penghapusan fitur seperti “aceng”, “slot”, “hemat”, dan “prioritas”.
- Penetapan tarif layanan makanan dan pengiriman barang dengan melibatkan asosiasi, regulator, aplikator, dan YLKI.
Aksi ini diperkirakan berlangsung hingga sore hari dan berdampak pada layanan transportasi online serta kepadatan lalu lintas di pusat kota Jakarta.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














