
Kondisi ini terjadi saat sel tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik, sehingga kadar gula darah dalam tubuh meningkat—faktor risiko utama diabetes.
- Kolesterol Tinggi
Telur memang mengandung kolesterol, terutama pada kuning telur. Konsumsi berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Selain itu, makan dua butir telur per hari juga berpotensi meningkatkan kadar trimetilamina N-oksida (TMAO)—senyawa kimia yang dikaitkan dengan risiko serangan jantung dan stroke.
- Gangguan Pencernaan
Beberapa orang yang sensitif terhadap telur dapat mengalami gangguan pencernaan, seperti kembung, sakit perut, atau bahkan gastritis. Dalam kasus alergi berat, gejalanya bisa mencakup muntah hingga feses berdarah.
- Masalah Jantung
Meskipun telur dapat meningkatkan kolesterol baik, konsumsi berlebihan tetap berisiko terhadap penyakit jantung.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi banyak telur memiliki skor kalsium arteri koroner 80 persen lebih tinggi, yang menjadi indikator utama risiko penyakit jantung koroner.
Telur rebus memang sehat dan sangat bergizi, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Kandungan proteinnya membantu menahan rasa lapar lebih lama, cocok untuk sarapan atau camilan sehat.
Namun, mengonsumsi telur secara berlebihan setiap hari bisa menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi orang dengan faktor risiko kolesterol tinggi, diabetes, atau masalah jantung.
Untuk hasil terbaik, imbangi konsumsi telur dengan pola makan seimbang, olahraga teratur, dan gaya hidup sehat lainnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















