Ayam Cemani: Si Hitam Legam dari Jawa Tengah yang Sarat Mitos dan Ilmu Pengetahuan

Ini karena pigmen tidak memengaruhi cangkang telur, yang tersusun dari kalsium karbonat, zat anorganik yang tidak mengandung warna.

  1. Nilai Ekonomi Tinggi

Karena keunikan dan kelangkaannya, ayam cemani memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Harga sepasang anak ayam cemani berkisar antara Rp 500.000 – Rp 700.000, sedangkan sepasang induk ayam bisa mencapai Rp 1 juta – Rp 70 juta, tergantung kualitas dan kemurniannya.

Bahkan, telur ayam cemani juga dihargai mahal, sekitar Rp 80.000 – Rp 100.000 per butir. Kini, ayam ini telah dibudidayakan secara lebih luas.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Beberapa peternak bahkan mulai memproduksi olahan daging ayam cemani, seperti abon dan produk kuliner lainnya.

Lembaga seperti Institut Pertanian Bogor (IPB) juga aktif melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas genetik serta produktivitas ayam cemani sebagai salah satu plasma nutfah unggulan Indonesia.

Ayam cemani memang sarat akan mitos dan nilai budaya yang kuat. Namun, di balik tampilan hitam legam dan aura mistisnya, terdapat fakta ilmiah menarik yang menjelaskan asal-usul dan keunikan genetik ayam ini.

BACA JUGA :  Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah Indonesia

Dengan nilai ekonomi yang tinggi dan potensi budidaya yang besar, ayam cemani tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga peluang besar dalam dunia peternakan modern Indonesia.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================