Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penyimpangan Seksual di Grup Facebook ‘Fantasi Sedarah’ dan ‘Suka Duka’, 6 Pelaku Ditangkap

Ilustrasi penangkapan

BOGORTODAY.COM – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penyimpangan seksual yang melibatkan dua grup Facebook bernama ‘Fantasi Sedarah’ dan ‘Suka Duka’.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah tersebarnya percakapan dalam grup tersebut di media sosial, yang memuat konten-konten mengarah pada praktik inses atau hubungan sedarah yang sangat menjijikkan.

Enam Pelaku Diamankan

Bareskrim Polri bersama Ditsiber Polda Metro Jaya berhasil mengamankan enam orang pelaku terkait dengan kedua grup tersebut.

Kelompok ini terdiri dari para admin grup dan member aktif yang terlibat dalam penyebaran konten pornografi, termasuk foto dan video yang melibatkan perempuan serta anak di bawah umur.

BACA JUGA :  Batu Ginjal Tak Selalu Karena Kurang Minum, Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai

“Kami telah menangkap enam orang pelaku yang terlibat dalam grup FacebookFantasi Sedarah’ dan ‘Suka Duka’. Penangkapan ini dilakukan setelah kami melakukan penyelidikan intensif bersama Polda Metro Jaya,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, pada Selasa (20/5/2025).

Konten Menjijikkan di Grup Facebook

Grup ‘Fantasi Sedarah’ sempat menjadi viral di media sosial, terutama di platform X (sebelumnya Twitter) dan Instagram, setelah tangkapan layar percakapan yang mengandung konten penyimpangan seksual menyebar luas.

Grup ini memiliki ribuan anggota yang saling berinteraksi melalui cerita-cerita yang sangat tidak senonoh dan bahkan mengarah pada praktik inses.

BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

Setelah penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian menemukan grup kedua, yakni ‘Suka Duka’, yang memiliki konten serupa.

Konten dalam kedua grup tersebut tidak hanya mengandung fantasi seksual, tetapi juga memperlihatkan eksploitasi terhadap anak-anak, yang semakin memperburuk situasi.

Peran Pelaku dalam Grup

Polisi mengungkapkan bahwa keenam pelaku yang ditangkap memiliki peran yang berbeda dalam kedua grup ini.

Para admin grup bertanggung jawab dalam mengelola dan mengawasi jalannya percakapan, sementara para member aktif berkontribusi dengan mengunggah foto dan video pornografi yang melibatkan perempuan dan anak di bawah umur.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================