Bogor dan Siklus Bencana yang Terus Berulang

Selanjutnya, Apa yang harus dilakukan agar tangguh menghadapi bencana?

Beberapa langkah yang perlu dilakukan diantaranya, meninjau kembali perencanaan tata ruang yang telah disusun (RTRW dan RDTR) apakah sudah benar-benar memperhatikan aspek pembangunan ruang yang berkelanjutan.

Batas-batas tata ruang bukan hanya berbicara garis di dalam peta saja, melainkan juga keberanian mengambil keputusan untuk menyelamatkan hidup orang banyak.

Pengurangan risiko bencana menjadi aspek yang sangat penting, penilaian potensi bencana khususnya banjir dan longsor perlu dikaji lebih dalam lagi untuk memastikan bahwa daerah tersebut aman terhadap bencana hidrometeorologi.

Selain itu penguatan sistem peringatan dini perlu ditingkatkan, infrastruktur peringatan dini seperti alat mengukur ketinggian air di hulu serta alarm tanda bahaya di hilir menjadi media informasi penting bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi terkini, selanjutnya masyarakat perlu untuk diedukasi bagaimana merespon atau tanggap terhadap segala peringatan dini baik itu melalui pengamatan gejala alam maupun pengetahuan tentang instrumen peringatan dini yang ditempatkan di daerah-daerah yang rawan bencana.

BACA JUGA :  Bau Busuk Ungkap Kematian Pria Sebatang Kara di Kontrakan Cibinong

Wilayah-wilayah yang telah mengalami degradasi lahan perlu untuk direstorasi kembali, daerah bantaran sungai perlu ditata kembali, saluran drainase yang rusak dan mampat perlu diperbaiki, serta pemberian rambu-rambu evakuasi di daerah bencana perlu dibuat, dan terakhir budaya mitigasi bencana perlu diajarkan sejak dini melalui pembelajaran dan pelatihan di sekolah-sekolah sehingga anak-anak akan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana pada masa depan.

Bogor (Kabupaten dan Kota) secara teknis telah memiliki modal yang cukup untuk menjadi kota tangguh bencana.

Hal ini ditunjang oleh kemampuan sumber daya manusia yang andal, pengetahuan akan wilayah, serta dukungan akademisi yang tersebar luas dalam memperkuat pengetahuan dalam pengelolaan bencana.

BACA JUGA :  Ternyata Mengumpat Tidak Selalu Buruk, Ini Sejumlah Manfaatnya Menurut Penelitian

Untuk memperkuat modal yang sudah ada maka hal yang dibutuhkan saat ini adalah membangun kesadaran bersama dalam menghadapi bencana serta adanya bentuk kepemimpinan yang mengayomi masyarakat agar selamat dari bencana.

Stop untuk selalu menyalahkan hujan ketika banjir dan longsor terjadi. Kejadian bencana yang berulang menandakan bahwa masih ada yang salah dalam tata kelola ruang.

Maka kita perlu mengevaluasi kembali untuk membenahi ruang-ruang yang bermasalah tersebut. Kelayakan dan kesehatan sebuah kota dapat dinilai dari adanya rasa aman di tengah adanya ancaman bencana.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================