
“Masa depan anak dimulai dari apa yang mereka makan hari ini. Memberikan gizi yang tepat bukan hal sulit, jika kita tahu caranya,” tutur dr. Nandia.
Sementara itu, Ibu Rini Suryanti, S.Gz, Ahli Gizi RSUD Leuwiliang, memberikan berbagai tips praktis agar anak tidak mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut) serta berbagi inspirasi menu harian bergizi yang bisa dibuat dengan bahan sederhana.
“Kreativitas ibu dalam menyajikan makanan bisa jadi kunci anak mau makan. Yang penting, gizinya tetap seimbang dan mendukung tumbuh kembang,” jelasnya.
Salah satu peserta, Yuyundari Kampung Pos, mengaku senang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pihak RSUD Leuwiliang, terlebih pengetahuan tentang kesehatan.
“Saya jadi tahu menu yang bagus buat anak saya, apalagi suka GTM. Ternyata banyak cara yang bisa dicoba agar anak tetap mau makan,” ungkapnya sambil tersenyum.
Melalui kegiatan ini, pihak RSUD Leuwiliang menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan tak selalu harus dimulai dari ruang rawat, tapi dari pemahaman yang baik di rumah-rumah warga.
“Kehadiran tenaga medis dan gizi ke tengah masyarakat adalah bagian dari langkah nyata mendukung pemerintah Kabupaten Bogor dalam menciptakan generasi sehat di masa depan,” tutup Om Amir sapaan akrabnya.
Sejalan dengan semangat HJB ke-543, “Sacangreud Pageuh, Sagolek Pangkek”, RSUD Leuwiliang akan terus berupaya menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Bogor, khususnya dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi masa depan yang lebih kuat. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















