
Mereka menyatakan bahwa langkah tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai dasar akademik dan kebebasan pendidikan.
“Pemerintah sedang memaksa universitas untuk mengorbankan mahasiswa internasional. Ini adalah pemerasan yang tidak bisa kami terima,” kata perwakilan AAUP.
Kekhawatiran Mahasiswa dan Dampak Global
Tak hanya institusi, kebijakan ini juga menimbulkan kepanikan di kalangan mahasiswa internasional. Banyak yang mengaku khawatir tentang kelanjutan studi dan masa depan mereka di AS.
Seorang mahasiswa internasional Harvard yang tak ingin disebutkan namanya menyebut situasi saat ini sebagai “sangat mencekam dan membingungkan.” Ia mengatakan banyak mahasiswa dari luar negeri kini merasa tidak aman dan tidak diterima.
Dampak Luas pada Reputasi dan Ekonomi Pendidikan
Keputusan ini dinilai berisiko tinggi terhadap reputasi global pendidikan tinggi AS, yang selama ini dikenal sebagai tujuan utama studi internasional.
Selain itu, mahasiswa asing juga menyumbang signifikan pada pendapatan universitas dan ekonomi lokal, mulai dari pembayaran kuliah hingga konsumsi di sekitar kampus.
Pencabutan hak Harvard menerima mahasiswa asing oleh pemerintahan Trump adalah langkah yang menimbulkan polemik besar.
Selain dinilai melanggar hukum, kebijakan ini berpotensi menggerus kualitas dan keberagaman pendidikan di AS, serta memperburuk hubungan internasional di sektor akademik.
Saat ini, Harvard tengah menyiapkan respons hukum, dan komunitas akademik luas berharap agar kebijakan tersebut segera ditinjau ulang demi keberlangsungan sistem pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















