
Sempat muncul dugaan bahwa perubahan warna air disebabkan oleh limbah dari industri tekstil, namun hasil penelusuran DLH tidak menemukan adanya aktivitas industri semacam itu di sekitar lokasi.
“Diduga kuat pencemaran bersifat insidental karena hanya terjadi dalam waktu singkat dan tidak berulang. Akibatnya, kami kesulitan melacak jejak sumber pembuangan limbah,” jelas Iwan.
Imbauan Waspada untuk Warga
Meski fenomena ini tidak berlangsung lama, DLH mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan pencemaran lanjutan.
Masyarakat diminta segera melaporkan jika kembali terjadi perubahan warna atau aktivitas mencurigakan di sekitar sungai.
“Kami minta peran serta masyarakat untuk segera melaporkan kepada kami bila air berubah warna menjadi merah kembali,” pungkas Iwan.
DLH juga berjanji akan terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan kualitas air Sungai Silayar tetap terjaga dan aman bagi masyarakat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















