
Menurut Bunasor, tanda-tanda kerusakan pada tembok sebenarnya sudah terlihat sejak sebelumnya. Beberapa warga juga sempat memperingatkan karena muncul gelembung di bagian bawah struktur tembok.
Namun, karena area makam berada di wilayah yang berbeda dengan tempat tinggal warga RT 1 RW 2, mereka tidak bisa melakukan tindakan lebih lanjut.
“Karena ini bukan wilayah kami, jadi saya tidak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.
Akibat longsor ini, sejumlah makam kini terlihat jelas dari tepi jalan dan beberapa di antaranya dalam kondisi mengkhawatirkan karena berada sangat dekat dengan lokasi longsor.
“Alhamdulillah makam tidak ada yang kena, tapi ada yang terancam. Yang paling dekat itu makamnya tinggal 1 meter lagi,” ungkap Bunasor.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, Bunasor memperkirakan kerugian material yang dialaminya mencapai sekitar Rp 2,5 juta, karena peralatan di dalam gerobak seperti piring dan gelas ikut hancur tertimpa reruntuhan.
Pihak terkait diharapkan segera menindaklanjuti kejadian ini untuk menghindari kerusakan lebih lanjut, terutama potensi longsor susulan yang bisa berdampak pada pemukiman warga dan kelestarian area makam.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















