
“Pemadam kebakaran ibarat sekolah tertinggi bagi pengabdian. Yang saya kenal, mereka adalah pejuang, bukan pengemis. Jangan gadaikan integritas. Jangan gadaikan profesionalitas. Layani masyarakat dengan senyap tapi penuh makna,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman adalah modal penting yang tak bisa digantikan oleh gelar akademik.
Mungkin ada yang sekolah tinggi-tinggi, tapi pengalaman tak bisa dibeli. Kontribusi tetap bisa dilanjutkan dalam bentuk lain, yang penting adalah semangatnya tidak padam.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh jajaran Damkar terus menjaga semangat pengabdian, kebersamaan, dan terus berinovasi demi pelayanan masyarakat yang semakin baik.
“Pelayanan masyarakat adalah hakikat tugas kita. Bukan sekadar pekerjaan, tapi pengabdian,” pungkas Sekda. (*/ Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














