
“Kecelakaan ini akibat dump truk mengalami gangguan fungsi pengereman dari arah Lumajang ke Probolinggo, menabrak pikap dan motor dari arah berlawanan,” jelas Aditya.
Rem Blong: Ancaman Nyata yang Terus Terulang
Kasus rem blong bukan kali ini saja terjadi. Berdasarkan informasi dari Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, rem blong biasanya disebabkan oleh pemanasan berlebih pada kampas rem akibat penggunaan rem secara terus-menerus saat melintasi jalanan menurun.
“Kampas menjadi panas karena penggunaan rem kaki secara maksimal dan terus-menerus. Hal ini jadi penyebab utama rem truk blong. Jangan pernah mengocok pedal rem karena bisa menyebabkan tekanan angin habis atau minyak rem masuk angin,” demikian peringatan dari laman resmi Badan Kebijakan Transportasi.
Lebih lanjut, penggunaan gigi tinggi saat melewati jalan menurun juga menjadi faktor pemicu. Para pengemudi seringkali mengandalkan rem kaki tanpa mengurangi gigi, sehingga membuat sistem pengereman bekerja terlalu keras.
Ajakan untuk Evaluasi dan Pencegahan
Kecelakaan maut akibat rem blong menjadi pengingat keras perlunya evaluasi serius terhadap sistem keselamatan kendaraan berat di Indonesia.
Pemerintah, perusahaan transportasi, dan para pengemudi harus lebih waspada dalam perawatan rem dan teknik berkendara aman di medan berat, khususnya jalur menurun.
Dengan insiden ini, diharapkan seluruh pihak terkait lebih serius dalam menerapkan standar keselamatan, serta menegakkan pelatihan berkendara bagi sopir angkutan berat agar kejadian serupa tidak terus terulang.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















