Kanselir Jerman Kritik Israel soal Gaza, Tel Aviv Masih Bungkam

Tanda Kemunduran Diplomatik Israel

Pengamat hubungan internasional Peter Lintl dari lembaga Wissenschaft und Politik di Berlin menyatakan bahwa pernyataan Merz tidak bisa dilepaskan dari tren Eropa yang mulai meninjau ulang kerja sama dengan Israel.

Sejumlah negara anggota Uni Eropa mendukung peninjauan kembali Perjanjian Asosiasi dengan Israel, yang mensyaratkan penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai dasar hubungan bilateral.

Menurut Lintl, tekanan diplomatik terhadap Israel kini tidak hanya datang dari lawan, tetapi juga dari sekutu tradisional, termasuk beberapa senator dan pejabat AS yang sebelumnya dikenal pro-Israel.

“Perubahan nada dari Jerman pasti akan terdengar sampai Yerusalem,” kata Lintl.

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Siapkan Beasiswa untuk 17.000 Siswa Kurang Mampu

Fuchs menambahkan bahwa kekhawatiran besar kini juga dirasakan masyarakat Israel sendiri, yang takut reputasi negaranya memburuk secara internasional.

“Banyak warga Israel merasa bagian dari nilai-nilai Barat, dan ingin mempertahankan ikatan itu. Tapi semakin hari, mereka khawatir negara mereka dianggap melenceng dari nilai-nilai tersebut,” ujarnya.

Dilema Internal Netanyahu

Meski mendapat tekanan dari luar, tekanan politik utama yang dihadapi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu justru berasal dari dalam negeri. Sejumlah anggota kabinetnya dari kelompok ultranasionalis menuntut pendudukan permanen atas Gaza.

Posisi Netanyahu sangat bergantung pada dukungan faksi-faksi keras tersebut, yang menjadikan kompromi politik hampir mustahil dilakukan.

BACA JUGA :  Sakit Kepala Berulang: Benarkah Selalu Menjadi Sinyal Tumor Otak?

Haaretz mengakhiri komentarnya dengan kritik tajam terhadap para pemimpin Jerman. Menurut harian tersebut, terlalu lama Jerman mendukung “hak eksistensi Israel” tanpa mempertanyakan bagaimana hak tersebut digunakan.

“Sebagai sahabat Israel, Merz harus memilih: apakah ia hanya ingin viral di Instagram atau sungguh-sungguh ingin menghentikan pembantaian brutal terhadap anak-anak Palestina di Gaza,” tulis Haaretz.

Kritik dari Merz menjadi momen penting dalam diplomasi Eropa-Israel. Reaksinya, atau ketiadaannya, bisa menjadi indikator perubahan besar dalam hubungan historis yang sebelumnya hampir tak tergoyahkan.***

 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================