
Setiap harinya, Syahrul bisa menjual hingga 20 ekor. Pada hari-hari biasa mungkin hanya lima atau enam. Namun menjelang puncak musim kurban, angka itu melonjak dua hingga tiga kali lipat.
“Kalau lagi ramai bisa sampai 10–20 ekor sehari,” ungkapnya.
Di balik angka penjualan yang tinggi, Syahrul juga memastikan bahwa kualitas kesehatan sapi tetap menjadi prioritas. Semua hewan yang datang dari Bima, Nusa Tenggara Barat, sudah melalui proses vaksinasi sebelum sampai ke kandangnya di Cibinong.
“Sudah, sebelum datang ke sini dari Bima sudah divaksin,” tegasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















