
Ia menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan berfokus pada pengembangan Kampung Batik Cibuluh agar mampu tumbuh lebih besar melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, DPRD, akademisi, dan lembaga terkait lainnya.
Dr. Lukytawati juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur, pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat, serta pemasaran digital sebagai bagian dari solusi agar Kampung Batik Cibuluh semakin dikenal luas.
Menanggapi hal itu, Dr. Adityawarman menjelaskan bahwa DPRD Kota Bogor telah memprioritaskan pembangunan ekonomi kreatif dan pelestarian lingkungan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bogor 2025–2045. Visi Kota Bogor sebagai Kota Sains Kreatif, Maju, dan Berkelanjutan tercermin dalam kebijakan-kebijakan yang lahir melalui peraturan daerah.
Lebih lanjut, DPRD berupaya maksimal untuk membantu pelatihan, promosi, serta penguatan infrastruktur Kampung Batik Cibuluh. Selain itu, ia menekankan pentingnya keberadaan regulasi yang melindungi hak cipta, mendukung pemasaran, serta mempermudah akses pendanaan bagi UMKM batik agar produk lokal ini mampu menembus pasar internasional.
“Semoga kolaborasi ini dapat terus berlangsung antara legislatif, akademisi, dan mahasiswa untuk bersama-sama memajukan potensi lokal demi mewujudkan Bogor sebagai kota yang kreatif, maju, dan berkelanjutan, tutup Adityawarman Adil.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















