Momen HJB ke-543, Kabupaten Bogor Dicap Penyumbang Kemiskinan Tertinggi di Jawa Barat

Pemulung beraktivitas di area Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Minggu (27/12/2020). Warga sekitar TPAS Galuga mengusulkan agar pemerintah menyediakan sarana dan prasarana air bersih gratis, sarana olahraga, pembangunan jalan khusus truk pengangkut sampah, hingga jaminan kesehatan.

BOGORTODAY.COM– Di tengah peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, kabar kurang menggembirakan datang dari data kemiskinan yang dirilis oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat. Kabupaten Bogor tercatat sebagai wilayah dengan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Jawa Barat.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyoroti peran Jawa Barat sebagai salah satu penyumbang utama angka kemiskinan nasional, bersanding dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

BACA JUGA :  Rangkaian HJB ke-544, Gowes Napak Tilas Ajak Warga Menyusuri Sejarah dan Alam Bogor

Menurut data Bappeda Jabar, jumlah penduduk miskin di provinsi ini mencapai 3,7 juta jiwa atau 7,08 persen dari total populasi.

“Kalau di Jabar, total angka kemiskinan 7,08 persen dari total penduduk, yang saat ini mencapai sekitar 53 juta jiwa. Jadi wajar jika kontribusinya terhadap angka kemiskinan nasional cukup signifikan,” ujar Kepala Bappeda Jabar, Dedi Mulyadi, Selasa (3/6/2025).

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Cetak Sejarah, Rapat Paripurna HJB ke-544 Digelar di Pelosok Kabupaten Bogor

Dedi menjelaskan bahwa angka tersebut setara dengan sekitar 800 ribu kepala keluarga miskin di Jawa Barat. Meski demikian, ia mengklaim telah terjadi penurunan dalam lima tahun terakhir. “Kalau melihat tren lima tahun terakhir, angka kemiskinan terus menurun. Saat ini berada di posisi 7,08 persen,” tambahnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================