Pernah Difitnah Potong Dana, Kini Pejabat Bogor Ini Dipuji Gubernur Jabar!

BOGORTODAY.COM – Nama Dadang Kosasih, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, kembali mencuat ke permukaan. Bukan karena kontroversi, melainkan karena pujian langsung dari Gubernur Jawa Barat (Jabar) , Dedi Mulyadi.

KDM, sapaan akrabnya menyebut Dadang sebagai sosok yang memiliki wibawa melebihi pejabat eselon satu.

“Bagi saya, seorang Dadang yang pernah difitnah karena dituduh memotong uang, jauh lebih gagah dari pejabat eselon satu,” ujar Dedi.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dadang pernah diterpa isu pemotongan dana kompensasi untuk sopir angkutan kota (angkot) di Kabupaten Bogor.

Tuduhan itu sempat mengguncang citranya sebagai pejabat publik. Namun, menurut Dedi, Dadang menunjukkan keteguhan dan komitmen yang justru membalikkan persepsi publik.

Menangani Kemacetan di Puncak

BACA JUGA :  LPDP dan Kemenag Buka Pendanaan Riset MoRA the AIR Funds 2026, Dana Hingga Rp2 Miliar per Proposal

Salah satu hal yang menjadi alasan pujian Gubernur adalah keberhasilan Dadang dalam menangani kemacetan di kawasan Puncak, Bogor, wilayah yang kerap mengalami kemacetan parah, terutama saat akhir pekan atau libur panjang.

“Kenapa? Karena Dadang berhasil menggerakkan seluruh sopir angkot agar tidak terjadi kemacetan di Bogor saat Sabtu dan Minggu,” jelas Dedi.

Langkah koordinatif yang dilakukan Dadang bersama para sopir angkot dan jajaran Dishub dinilai efektif.

Beberapa waktu terakhir, arus lalu lintas di kawasan Puncak menunjukkan perbaikan signifikan, terutama saat long weekend yang biasanya menjadi momen paling padat.

Integritas yang Teruji

Dalam kesempatan yang sama, Dedi juga menceritakan salah satu momen yang menurutnya menunjukkan integritas tinggi dari seorang Dadang. Saat itu, Dedi mengaku sempat ingin memberikan bekal uang kepada Dadang usai pertemuan. Namun, Dadang menolaknya mentah-mentah.

BACA JUGA :  Seberapa Sering Tubuh Perlu Terhidrasi? Ini Penjelasan Dokter

“Yang paling hebat dari Dadang, ketika saya beri bekal, dia bilang, ‘Tidak pak, saya kepala bidang, tidak mau menerima dari bapak.’ Akhirnya uang itu diterima oleh kanit dan kasinya,” ungkap Dedi.

Bagi Dedi, sikap seperti itulah yang mencerminkan semangat baru dalam birokrasi. Sosok yang tetap menjunjung prinsip meski berada dalam tekanan.

Rekomendasi Jadi Kepala Dinas

Dengan rekam jejak dan karakter tersebut, Dedi menyampaikan keyakinannya bahwa Dadang layak untuk menempati posisi yang lebih tinggi di lingkup pemerintahan Kabupaten Bogor.

“Nah, ini spirit, Pak. Jadi Dadang itu layak ke depan jadi kepala dinas. Itu titipan gubernur,” tegasnya. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================