BOGORTODAY.COM – Aktivis sekaligus pemerhati pendidikan, Heru B. Setyawan, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang pemberian pekerjaan rumah (PR) kepada siswa.
Menurut Heru, larangan tersebut merupakan langkah tepat mengingat beban belajar siswa yang sudah cukup berat selama proses belajar mengajar (PBM) berlangsung di sekolah.
“Alasannya karena sudah capai belajar dari pagi sampai sore, belum ada yang ikut kegiatan ekstrakurikuler,” ujar Heru, Jumat (6/6/2025).
Heru juga menyampaikan bahwa sebagian besar guru menyambut baik kebijakan ini. Ia menyebutkan bahwa para guru bisa mengalihkan metode pembelajaran dengan meningkatkan keaktifan siswa di dalam kelas tanpa harus menambah beban belajar di rumah.
“Guru bisa menyiasati tanpa adanya PR, yaitu dengan membuat siswa aktif selama proses belajar mengajar (PBM),” ungkapnya.
Ia menambahkan, keaktifan siswa di kelas sudah cukup menggantikan fungsi PR, dan sejumlah sekolah bahkan sudah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa.
“Karena selama peserta didik sudah aktif saat PBM, itu sudah cukup untuk menggantikan PR yang ada selama ini. Di beberapa sekolah memang sudah tidak ada PR lagi,” tutup Heru. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















