
Praktisi kesehatan di London, Dr. Naveed Asif, mengungkapkan bahwa varian Nimbus memiliki gejala khas berupa nyeri tenggorokan yang intens, yang digambarkannya sebagai sensasi seperti “tergores pisau cukur” di bagian belakang tenggorokan saat menelan.
Sensasi ini disebut berbeda dari gejala nyeri tenggorokan ringan yang biasa muncul pada infeksi COVID-19 sebelumnya.
Secara umum, varian Nimbus masih merupakan bagian dari keluarga Omicron, yang dikenal dengan gejala yang relatif ringan. Beberapa gejala umum lainnya termasuk:
- Kelelahan (fatigue)
- Batuk ringan
- Demam
- Nyeri otot
- Hidung tersumbat
Meski demikian, Dr. Asif mengingatkan bahwa gejala COVID-19 bisa sangat bervariasi antar individu.
Oleh karena itu, kewaspadaan dan pemantauan gejala tetap menjadi langkah penting, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan individu dengan komorbiditas.
Varian Nimbus atau NB.1.8.1 saat ini belum diklasifikasikan sebagai varian yang menjadi perhatian (Variant of Concern), namun peningkatan prevalensi dan gejala uniknya menjadikan varian ini layak untuk terus dipantau.
WHO dan otoritas kesehatan di seluruh dunia terus melakukan analisis dan pengumpulan data lebih lanjut untuk memahami potensi dampaknya terhadap sistem kesehatan global.
Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, segera melaporkan gejala yang mencurigakan, dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari lembaga kesehatan terkait.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















