
“Jadi setelah apa yang kemarin terjadi saat lebaran haji itu hasil penjualannya tidak sesuai dengan kinerja mereka, selama 9 bulan cuma diberi upah atau bagi hasil 250 ribu per ekor,“ kata Rohmat dilokasi.
Menurutnya, ketimpangan ini sangat terasa saat momentum penjualan kambing di hari raya Idul Adha, di mana hasil penjualan dianggap tidak mencerminkan kontribusi para peternak.
Para peternak mendesak agar pihak desa lebih transparan dalam pengelolaan program ketahanan pangan, serta melakukan evaluasi terhadap sistem pembagian hasil yang ada saat ini.
“Mereka itu dihargai atau tidak sedangkan mereka yang mengelola sejak awal merawat kambing siang malam giliran penjualan mereka hanya dikasih 250 ribu per ekor,“ pungkasnya
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















