
“Kita ajak masyarakat terutama ibu-ibu atau para pedagang UMKM, hati-hati untuk mempergunakan minyak jelantah,” katanya.
Baginya, peran pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya minyak jelantah sangat penting. Dia berharap Dinkes segera melakukan langkah-langkah konkret melalui sosialisasi.
“Kita berharap Dinkes nanti melakukan sosialisasi bagaimana dampak terkait dengan minyak jelantah yang digunakan beberapa hari,” ungkapnya.
Tak hanya soal kesehatan, Jaro Ade juga menyoroti aspek lingkungan dari penggunaan minyak jelantah. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang minyak bekas secara sembarangan dan mendorong pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel.
“Membuang juga tidak boleh sembarangan ke tempat-tempat, karena kalau minyak jelantah itu dikumpulkan terus bisa dibeli dan bisa disetor juga ke Pertamina untuk menjadi biodiesel,” tutupnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















