
Faktor sosial, budaya, hingga ekonomi menjadi penyumbang utama yang memengaruhi pola makan dan akses terhadap makanan sehat.
- Peran Hormon
Hormon adalah pengatur utama sistem tubuh. Ketidakseimbangan hormon bisa menyebabkan penambahan berat badan. Misalnya:
- Estrogen: Penurunannya saat menopause bisa memicu penumpukan lemak.
- Kortisol: Hormon stres yang bisa meningkatkan nafsu makan.
- Ghrelin dan Leptin: Mengatur rasa lapar dan kenyang.
- Insulin: Resistensi insulin dapat menyebabkan penimbunan lemak, terutama di area perut.
- Metabolisme yang Lambat
Metabolisme adalah proses tubuh membakar kalori. Seiring bertambahnya usia, metabolisme melambat secara alami.
Kurangnya massa otot, tingkat aktivitas fisik yang rendah, dan proporsi lemak tubuh tinggi juga bisa memperlambat laju pembakaran kalori, membuat berat badan sulit turun meski sudah diet.
- Gaya Hidup Sehari-hari
Beberapa kebiasaan sehari-hari bisa jadi penghambat besar dalam penurunan berat badan, antara lain:
- Kurangnya aktivitas fisik.
- Pola makan tinggi gula dan lemak jenuh.
- Konsumsi alkohol berlebihan.
- Kurang tidur dan stres kronis.
- Faktor ekonomi yang membatasi akses ke makanan sehat.
Bahkan kebiasaan sehat seperti berhenti merokok bisa menyebabkan kenaikan berat badan karena perubahan metabolisme.
- Kesehatan Mental
Kesehatan mental punya pengaruh besar terhadap pola makan dan berat badan. Stres kronis, kecemasan, dan depresi sering kali menyebabkan emotional eating—di mana seseorang makan bukan karena lapar, tapi untuk mengatasi emosi.
Rendahnya serotonin juga dikaitkan dengan keinginan makan berlebih, terutama makanan manis atau tinggi karbohidrat.
- Kondisi Medis Tertentu
Beberapa penyakit dapat menyebabkan kesulitan menurunkan berat badan atau bahkan memicu kenaikan berat badan. Misalnya:
- Hipotiroidisme: Menurunkan laju metabolisme.
- Sindrom Cushing: Menyebabkan peningkatan kortisol dan penimbunan lemak.
- PCOS (Polycystic Ovary Syndrome): Gangguan hormon yang umum pada wanita.
- Sleep Apnea: Mengganggu tidur dan berdampak pada metabolisme.
- Gagal jantung atau penyakit ginjal: Mempengaruhi distribusi cairan dalam tubuh.
Jika Anda merasa sudah menjalani diet sehat dan olahraga secara konsisten namun berat badan masih sulit turun, jangan menyalahkan diri sendiri. Bisa jadi, ada faktor-faktor lain yang memengaruhi.
Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan solusi yang aman serta sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
Ingat, perjalanan menuju berat badan ideal adalah proses yang melibatkan tubuh, pikiran, dan kebiasaan hidup. Jangan ragu untuk mencari dukungan profesional bila diperlukan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















