
BOGORTODAY.COM – Di tengah tren remake live-action yang kerap dicibir karena dianggap minim kreativitas dan hanya mengejar keuntungan, How to Train Your Dragon (2025) muncul sebagai pengecualian langka.
Alih-alih mengulang kegagalan sejumlah adaptasi animasi ke live-action lainnya, film ini justru berhasil menghidupkan kembali keajaiban dari versi aslinya yang rilis pada 2010.
Mengusung kembali kisah ikonik Hiccup dan Toothless dalam format live-action, film ini menandai debut DreamWorks di dunia remake. Dan sungguh mengejutkan—debut ini terbilang sangat berhasil.
Kesetiaan yang Membayar Lunas
Alih-alih mencoba mengguncang formula, How to Train Your Dragon versi 2025 memilih pendekatan “do it by the book”. Banyak adegan penting digarap dengan pendekatan shot-for-shot, nyaris identik dengan versi animasinya.
Sekilas, strategi ini mungkin terdengar terlalu aman atau bahkan membosankan, tetapi justru di situlah letak kekuatannya: ia tahu apa yang membuat kisah ini dicintai dan tidak coba mengotak-atiknya secara berlebihan.
Langkah ini semakin kuat karena kunci kesuksesan animasinya, Dean DeBlois, kembali duduk sebagai sutradara dan penulis.
DreamWorks bahkan memberikan kontrol kreatif penuh pada DeBlois, yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memperpanjang durasi film dari 98 menit menjadi 125 menit—tanpa terasa dipaksakan.
Tambahan 27 menit ini lebih seperti ornamen, bukan beban: mempercantik cerita tanpa membelokkan arah utamanya.
Visual dan Musik yang Membius
Untuk urusan visual, DeBlois menggandeng Bill Pope sebagai sinematografer, setelah rekomendasi dari Roger Deakins, sang konsultan visual di versi animasi. Dan keputusan ini terbukti jitu.
Pope menghidupkan Pulau Berk dengan kemegahan yang imersif. Dari detail kostum bangsa Viking, arsitektur desa, hingga tekstur realistis naga-naga, semuanya tampil dengan akurasi tinggi dan estetika memukau.
Adegan terbang Hiccup dan Toothless, yang menjadi salah satu ikon cerita, disajikan dengan sinematik megah, penuh rasa magis—layak menjadi highlight blockbuster musim panas.
Meski begitu, tidak semua efek visual sempurna. Beberapa adegan, seperti saat Hiccup dan Astrid berbincang di atas Toothless, masih terlihat agak kasar dalam balutan CGI. Namun kekurangan ini bisa dimaafkan mengingat keseluruhan presentasi film begitu menawan.
Sementara itu, John Powell, komposer musik orisinal, kembali menggarap skor film dan menyuntikkan napas emosional yang sama kuatnya seperti di versi animasi. Musiknya menjembatani emosi dan aksi, menegaskan bahwa How to Train Your Dragon adalah perpaduan harmonis antara visual dan suara.
Aktor Muda yang Menghidupkan Cerita
Daya magis film ini tak lepas dari para pemerannya, terutama Mason Thames yang memerankan Hiccup.
Thames menjadi jantung dari cerita, menyuntikkan emosi, keingintahuan, dan kerentanan khas Hiccup dengan presisi. Ia tampil tidak hanya sebagai karakter, tapi juga sebagai jiwa dari dunia yang dibangun ulang ini.
Penampilannya ditopang apik oleh Nico Parker sebagai Astrid Hofferson—karakter kuat dan penuh determinasi.
Keduanya memiliki chemistry alami yang memperkuat kedalaman narasi. Tak ketinggalan, Gerard Butler yang kembali sebagai Stoick the Vast menghadirkan transisi mulus dari animasi ke live-action tanpa kehilangan otoritas karismatiknya.
Remake yang Layak Diapresiasi
How to Train Your Dragon (2025) adalah definisi remake yang dilakukan dengan benar. Ia tidak sekadar mengulang sukses masa lalu, tapi juga menghormatinya dengan pengerjaan serius, visual spektakuler, musik yang menggetarkan, dan akting solid.
Film ini adalah bukti bahwa remake tidak selalu harus berarti kemunduran. Bila dikerjakan dengan hati, rasa hormat pada sumber, dan visi yang jelas, hasilnya bisa menjadi sebuah mahakarya baru yang tak kalah mengesankan.
⭐ Skor: 9/10
Sebuah remake yang berhasil menghidupkan kembali keajaiban tanpa kehilangan nyawanya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















