
Asti memiliki ketertarikan kuat di bidang pertanian dan memilih Program Studi Agronomi dan Hortikultura (AGH), Fakultas Pertanian IPB University. Cita-citanya sederhana tapi bermakna: membangun kampung halaman agar lebih maju.
“Harapan saya, semoga ke depan saya bisa mengembangkan ilmu yang saya pelajari di kampus IPB untuk masyarakat, terutama untuk Kampung Cibulao,” ujarnya.
Dampak Nyata bagi Komunitas
Program ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat lokal. Salah satunya dari Kang Yono, perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) Cibulao.
Ia menilai kehadiran IPB University membawa perubahan signifikan, tidak hanya dari sisi pertanian tapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kampung mereka.
“Alhamdulillah, kualitas SDM kami meningkat. Bahkan sekarang kami bisa melakukan konservasi dengan lebih baik. Mimpi-mimpi kami untuk menyekolahkan anak-anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, alhamdulillah mulai terwujud,” ungkapnya.
Membangun Desa Lewat Pendidikan
Inisiatif ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa tak hanya bisa dilakukan lewat infrastruktur atau bantuan dana, tetapi juga dengan investasi jangka panjang melalui pendidikan.
Anak-anak petani seperti Asti menjadi simbol harapan dan kekuatan baru untuk desa mandiri dan lestari di masa depan.
Dengan langkah ini, IPB University menegaskan dirinya sebagai institusi yang tidak hanya unggul di akademik, tetapi juga hadir sebagai mitra transformasi sosial dan lingkungan di akar rumput.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















