RSUD Raden Mohamad Noh Nur Leuwiliang Dianugrahi Predikat Nindya, Institusi Layak Anak Disandang

RSUD Raden Mohamad Noh Nur
FOTO : Dok. RSUD Raden Mohamad Noh Nur Leuwiliang.

BOGORTODAY.COMRumah sakit bukan hanya tempat menyembuhkan, tetapi juga ruang yang harus memberi rasa aman dan nyaman terutama bagi anak-anak.

Prinsip ini yang terus dijaga RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang hingga berhasil meraih predikat Nindya sebagai Institusi atau Perusahaan Layak Anak.

“Predikat ini diberikan oleh Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kabupaten Bogor, sebagai bagian dari dukungan terhadap program Kabupaten Layak Anak (KLA)pada 19 Juni 2025,” ujar Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S.

Dokter Vitrie – sapaan akrabnya – mengatakan, penilaian ini menyoroti komitmen institusi dalam membangun lingkungan kerja dan pelayanan yang ramah anak.

BACA JUGA :  Tips Memilih Kloset Duduk yang Nyaman dan Mudah Dibersihkan

RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang dinilai konsisten dalam menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang laktasi, area bermain anak, dan ruang tunggu ramah keluarga.

“Selain itu, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang menerapkan pendekatan pelayanan yang menghargai hak anak dan dilakukan dengan empati,” kata Dokter Vitrie.

Selain fasilitas, lanjut ida, salah satu inisiatif yang menjadi nilai tambah adalah program edukatif SiKancil, singkatan dari Edukasi Anak Kecil.

“Program ini dilakukan dalam bentuk aktivitas bermain sambil belajar untuk anak-anak yang datang ke RS maupun kegiatan kunjungan ke sekolah, guna memperkenalkan rumah sakit sebagai tempat yang bersahabat,” katanya.

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

Dokter Vitrie menyampaikan bahwa penghargaan ini adalah penyemangat sekaligus pengingat bahwa pelayanan anak membutuhkan keberlanjutan.

“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Ini bukan sekadar prestasi, tapi amanah. Kami akan terus menjaga RSUD sebagai ruang yang ramah dan melindungi anak bukan hanya dalam tindakan medis, tapi juga dalam suasana dan pendekatannya,” ujar dr. Vitrie.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================